Minggu, 28 Maret 2010

APAKAH PERNAH ANDA TANYA MAUNYA ANAKKU APA

Ketika anakku sekolah sebuah awal perjalanan edukasi yang kan panjang ditempuhnya, jangan pernah membebaninya dengan segudang tuntutan sekarung kewajiban atau setumpuk keharusan (harus begini harus begitu).

Mereka mau menjalani rutinitas baru barangkali sangat mendebarkan mengasyikkan atau menakutkan pernahkah terfikirkan!,bagi kita orang tua barangkali banyak maunya (anakku yang paling pintar, anakku juara 1,anakku punya banyak penghargaan,atau.......) apakah kita sadar betapa berat beban seorang anak dengan segala kemauan kita lalu muncul juga pertanyaan saya "APAKAH PERNAH ANDA TANYA MAUNYA ANAKKU APA" dan untuk apa semua mau kita tadi, biar kita bisa membusungkan dada di depan yang lain, agar kita terpuaskan sebagai keinginan yang tak tercapai diwaktu kita kecil mungkin,agar kita bisa menangis bangga atau karena alasan karena aku sudah membiayainya.

Jangan pernah menjadikan anak kita sebagai objek keinginan kita cukup jadikan dia sebagai subjek yang menyenangkan untuk kita tanpa membebani apapun karena mereka akan berkembang dengan alur yang kita berikan jalan yang kita sediakan dengan segala keunikannya cara yang mereka tempuh dengan nalar mereka sendiri yang kian berkembang berikan banyak pilihan tanpa ada paksaan tanpa ada keharusan semua banyak jalan yang bisa ditempuh tanpa membebani hati kita juga anak kita beri penjelasan yang mudah di cerna dan cara bicara kita lebih dengan kasih apakah maunya mereka dan apa konsekuensinya karena semua ada sebab dan akibatnya.........


Renungkan ibu untuk kembali mengingat betapa bahagianya kita dengan kehadiranya pertama kali ketika mereka membuat kisah2 lucu yang bisa membuat kita tertawa lepas dan semua keajaibannya tersimpan rapi di benak kita...jangan menjadi berubah karena mereka mulai sekolah...

1 komentar:

  1. ada sesuatu makna yang lain dari artikel ini....... kadang kita terlalu memposisikan diri sebagai "ibu" orang tua... tapi dari sisi lain klo kita bisa mengetahui kemauan anak maka kita harus masuk sisi terdalam pikiranya dengan melihat polah dan tingkahnya yang kadang menjengkelkan juga...... "setidaknya" kita bisa mengetahui apa "kemauannya".... demikian

    BalasHapus